DIPILIH MASUK SURGA? MUSTAHIL!

Banyak orang bertanya kepada saya tentang kebenaran, apakah kebenaran itu? Tuhan Yesus berkata bahwa diriNya adalah kebenaran (Yoh.14:6). Benar, Allah sendiri adalah kebenaran. Oleh sebab itu:

  1. Karena kebenaran itu Allah sendiri maka kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan sifat Allah.
  2. Karena kebenaran itu Allah sendiri, maka kebenaran harus sesuai dengan firman Allah.
  3. Karena kebenaran itu Allah sendiri, maka kebenaran harus selaras dengan akal sehat yang Allah ciptakan bagi manusia.

Perhatikan tiga hal tersebut di atas; sifat Allah, firman Allah, dan logika yang diberikan Allah. Akal sehat (common sense) atau LOGIKA manusia itu pemberian Allah, ciptaan Allah, yang diberikanNya kepada manusia agar manusia bisa menyembahNya dan mengasihiNya. Makhluk tak berakal budi tidak bisa menyembah dan mengasihi Allah.

Hal Yang Allah Tak Dapat Lakukan

Banyak orang bertanya kepada saya juga, apakah ada hal yang tidak dapat dilakukan oleh Allah yang maha kuasa? Saya jawab menurut Alkitab, ada. Apa itu? Jawabannya, Allah TIDAK DAPAT MENYANGKAL DIRINYA.

 2Tim.2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap SETIA, KARENA DIA TIDAK DAPAT MENYANGKAL DIRI-NYA.”

Allah tidak dapat membatalkan sesuatu yang ditetapkanNya, bahkan yang ditawarkan oleh diriNya. Sesuatu yang Allah tetapkan dan tawarkan, lebih kuat dari akte notaris manapun. Pemahaman ini akan memampukan seseorang mengerti, mengapa Tuhan mau mengumpulkan orang Yerusalem seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya ke bawah sayapnya, tetapi tidak berhasil.

Luk 13:34  Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Mengapakah Allah tidak berhasil mengumpulkan penduduk Yerusalem ke bawah sayapNya? Jawabannya, orang Yerusalem tidak mau. Pertanyaan lagi, mengapa ketidakmauan mereka bisa mengatasi kemahakuasaan Allah? Jawabannya, karena Allah telah MENETAPKAN MEMBERI KEPADA MANUSIA KEBEBASAN UNTUK MEMILIH (FREEWILL). Karena ketika Allah menciptakan manusia, Ia telah menetapkan malaikat dan manusia adalah makhluk yang diberi akal budi, dan diberi kehendak bebas (Freewill). Tentu Allah memiliki kekuasaan untuk menghancurkan manusia, untuk menciptakan manusia baru, membelokkan keinginan manusia dan lain sebagainya, namun Ia tidak dapat membatalkan keputusanNya atau ketetapanNya bahwa manusia adalah makhluk inteligen dan yang berpikir bebas.

Karena manusia tercipta dengan kemampuan berpikir dan diberi kebebasan, maka manusia dituntut tanggung jawabnya atas keputusannya. Jika tidak diberi kebebasan, maka tanggung jawab tentu pada pengendalinya. Jika manusia tanpa ada freewill, bisa disimpulkan bahwa semua dosa manusia disebabkan Allah dan Allah yang harus bertanggung jawab atasnya. Namun tidak demikian, karena Allah telah menciptakan manusia dan memberinya kehendak bebas.

Pilih seseorang masuk Sorga tetapi membiarkan seseorang ke neraka, ini bertentangan dengan sifat Allah yang maha adil dan maha kasih. Ini hal yang tidak mungkin Allah lakukan. Terlebih lagi penafsiran kelewat jauh sampai Allah menetapkan semua hal termasuk semua kejahatan. Ini sangat bertentangan dengan sifat Allah yang maha suci.

Mengapa Banyak Ayat Yang Menyatakan Allah Memilih?

Seharusnya ketika seseorang membaca ayat bahwa Allah memilih si Anu dan si Anu, ia tidak boleh langsung menafsirkannya bahwa itu memilih untuk masuk Sorga.

Allah memilih Abraham dengan tujuan melalui Abraham akan muncul sebuah bangsa yang akan Allah pakai untuk menjaga ibadah simbolistik ritualistik jasmaniah (SRJ), sampai yang DISIMBOLKAN tiba. Kita tahu bahwa Abraham punya banyak anak, dan yang terpilih ialah Ishak. Kemudian Ishak ada dua anak, Yakub yang terpilih sedangkan Esau tidak. Ini bukan pemilihan untuk masuk Sorga, melainkan pemilihan atas orang-orang yang akan menurunkan Mesias.

Allah memilih orang tertentu untuk tugas tertentu, misalnya memilih raja, memilih nabi dll. Sekali lagi tidak ada ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Allah memilih orang masuk Sorga dan yang tidak terpilih dibiarkan masuk neraka, SECARA TANPA KONDISI (unconditional).

Allah di PB, setelah kegagalan bangsa Yahudi, memilih sejumlah orang yang berkumpul sebagai jemaat. Orang yang berkumpul adalah bangsa yang terpilih sebagai pengganti bangsa Yahudi yang sudah gagal berfungsi.

1 Pet. 2:9   Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Kata BANGSA di ayat itu di bahasa aslinya γένος (genos) seharusnya diterjemahkan generasi atau keturunan. Sebenarnya yang Petrus maksudkan itu sangat jelas yaitu jemaat atau kumpulan orang percaya.

Jadi, di zaman PL Allah memilih bangsa Yahudi, sedangkan di zaman PB Allah memilih kumpulan orang percaya sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran.

1Tim. 3:15   Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, TIANG PENOPANG dan DASAR KEBENARAN

Jadi, ketika kita baca di kitab-kitab PB tentang orang pilihan, yang Tuhan maksudkannya adalah anggota jemaat PB yang dipilih Tuhan sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK), bukan dipilih untuk masuk Sorga. Posisi dan fungsi jemaat lokal PB persis sama dengan bangsa Yahudi di zaman PL yaitu sebagai TPDK. Bangsa Yahudi adalah umat pilihan Tuhan, tetapi tidak semua orang Yahudi masuk Sorga. Demikian juga dengan jemaat lokal yang adalah TPDK dan dikatakan sebagai umat pilihan yang bahkan juga disebut imamat yang rajani. Tetapi tidak semua anggota jemaat lokal akan masuk Sorga, melainkan hanya mereka yang lahir baru dan yang tidak melepaskan kepercayaannya sampai akhir hidup mereka.

Ibr.10:35   Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.

Selain pemilihan jemaat lokal PB, juga ada pemilihan murid-murid dan pemilihan Rasul, bahkan pemilihan orang tertentu untuk tugas-tugas tertentu. Rasul Paulus dikatakan adalah alat pilihan Tuhan untuk pemberitaan Injil kepada raja-raja dan orang-orang non-Yahudi. Sekali lagi, jangan setiap kali baca ayat bahwa Tuhan memilih, langsung menyimpulkan bahwa memilih orang untuk masuk Sorga. Ayat-ayat Alkitab tidak mungkin saling bertentangan dan tidak mungkin bertentangan dengan logika dan sifat Allah, karena adalah tidak mungkin bisa ada orang yang dipilih masuk Sorga sedangkan sebagian yang lain harus melalui bertobat dan percaya.

Ayat-ayat Yang Disalahtafsirkan

Ef. 1:4   Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Ini ayat yang paling banyak dipakai oleh mereka yang mengajarkan bahwa Allah memilih orang masuk Sorga. Namun, silakan baca ulang-ulang, adakah perkataan bahwa dipilih masuk Sorga? Tidak ada! Lagi pula, kata yang sangat penting di ayat ini, bahkan perikop ini ialah DI DALAM DIA, sering terlepas dari fokus. Seseorang menjadi Kudus tak bercacat itu ketika orang tersebut berada DI DALAM YESUS. Tidak satu manusia pun yang bisa memiliki keadaan tak bercacat di luar Yesus.

Adalah keputusan Allah sejak dunia belum dijadikan bahwa orang pilihan adalah mereka yang DI DALAM YESUS, karena hanya jika mereka berposisi di dalam Yesus maka mereka Kudus dan tak bercacat di hadapan Allah. Bagaimanakah caranya berada di dalam Yesus? Ya dengan bertobat, mengaku berdosa, menyesal, serta percaya bahwa Yesus telah menggantikannya dihukumkan atas semua dosanya. Hanya dengan pertobatan dan iman kepada Yesus Kristus maka seseorang berada di dalam Yesus.

Gal 2:16  Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

Tidak ada yang dibenarkan oleh melakukan hukum Taurat, melainkan dibenarkan karena percaya, atau karena iman. Pernyataan ini sekalian juga mengkonfirmasi bahwa bukan dipilih untuk masuk Sorga. Di dalam Roma pasal 10:10 Rasul Paulus menyatakan bahwa orang yang percaya di hati dan mengaku di mulut kepada nama Yesus akan diselamatkan. Tetapi kemudian dia berlogika bahwa orang tidak bisa percaya jika dia tidak mendengar, dan dia tidak bisa mendengar jika tidak ada orang yang pergi memberitakan tentang Yesus.

Ketika seseorang mendengarkan pemberitaan Injil, dan timbul percaya/iman di dalam hatinya, iman inilah yang menyelamatkannya. Perhatikan ayat ini,

FIL. 1:27   Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk IMAN YANG TIMBUL DARI BERITA INJIL,

Selaras dengan surat Roma pasal 10 bahwa seseorang bisa percaya pada Injil jika dia mendengarkan pemberitaan Injil. Tidak ada orang yang bisa percaya pada sesuatu yang tidak pernah didengarnya.

Kelompok yang percaya unconditional election dibingungkan oleh ayat 1Kor.12:9, Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Karena ayat ini mereka menyimpulkan bahwa iman itu pemberian Allah. Padahal iman yang di sini yang disejajarkan dengan karunia menyembuhkan dan berbagai karunia lain, itu diberikan kepada ORANG YANG SUDAH MENJADI JEMAAT artinya penerimanya ialah ORANG YANG SUDAH PERCAYA YESUS. Mustahil orang yang belum percaya Yesus diberi karunia menyembuhkan. Artinya, orang yang telah beriman oleh berita Injil, ada yang diberi karunia iman lagi. Tujuannya apa? Kelihatannya karunia iman tujuannya untuk menghadapi sesuatu yang sangat membutuhkan iman yang kuat, misalnya menghadapi penganiayaan. Kesimpulannya, orang yang telah memiliki iman yang timbul dari berita Injil, ditambahkan iman ketika mereka berhadapan dengan tantangan yang berat yang membutuhkan iman yang kuat. Karunia iman, karunia mujizat dan lain-lain yang didaftar di 1Kor 12 tidak mungkin diberikan kepada orang yang BELUM BERIMAN kepada Yesus Kristus.

Tidak Ada Ayat Alkitab Bahwa Seseorang Dipilih Masuk Sorga

Dari aspek sifat Allah yang maha adil, adalah mustahil bagi Allah untuk memilih seseorang masuk Sorga tanpa alasan (unconditional), untuk menikmati kemuliaan dalam kekekalan, sambil mengabaikan orang lain yang ke Neraka untuk menderita dalam kekekalan.

Secara logika akal sehat (common sense) pemilihan untuk masuk Sorga tanpa syarat juga tidak masuk akal karena ada ayat Alkitab yang jelas menyatakan  bahwa orang berdosa harus bertobat dan percaya kepada Kristus untuk diselamatkan. Jika Allah memilih seseorang masuk Sorga tanpa syarat, berarti orang yang terpilih itu  masuk Sorga melalui jalur khusus.

Bagaimana dengan ayat-ayat berikut?

1Th 1:4  Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 

Ini adalah surat untuk jemaat di Tesalonika, jemaat yang berdiri oleh pemberitaan Injil rasul Paulus. Jika rasul Paulus tidak memberitakan Injil di Tesalonika, mereka tidak bisa percaya, karena tidak ada orang yang bisa percaya pada sesuatu yang tidak didengarnya. Allah memilih orang Tesalonika karena mereka bertobat dan percaya kepada berita Injil.

2Th 2:13  Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.

Perhatikan kata-kata DALAM KEBENARAN YANG KAMU PERCAYAI, orang Tesalonika dipilih Tuhan, atau menjadi bangsa yang terpilih (1Pet.2:9), karena mereka mempercayai kebenaran. Sebenarnya sama sekali tidak sulit untuk mengerti bahwa Allah YANG MAHA TAHU tentu sudah tahu siapa saja yang akan percaya ketika Injil diberitakan kepada mereka, dan telah memilih orang-orang yang akan percaya berdasarkan iman mereka.

Bahwa Allah memilih orang yang akan percaya pada Injil atas dasar kemahatahuanNya, di sisi lain setiap orang harus mendengarkan Injil, bertobat, dan percaya, kebenarannya hampir mirip seorang yang melamar di sebuah perusahaan dan perusahaan memilih karyawannya. Sebuah perusahaan memerlukan karyawan dan mengumumkannya di media. Di sisi lain ada seorang pemuda yang mencari pekerjaan, dan ia sedang melihat-lihat banyak perusahaan. Si pemuda mencari tahu syarat menjadi karyawan perusahaan, dan kemudian ia berusaha memenuhi persyaratan perusahaan. Kemudian perusahaan memutuskan memilih si pemuda sebagai karyawan. Di pihak perusahaan tentu direktur personalia berkata bahwa merekalah yang memilih pemuda tersebut berdasarkan sikap, hasil test, dan lain sebagainya. Ini benar, sama sekali tidak salah.

Di sisi pemuda, dia sangat yakin bahwa dialah yang memilih perusahaan itu dari banyak perusahaan yang diamatinya. Dia merasa dia juga yang telah berjuang (bersikap) memenuhi persyaratan dari perusahaan tersebut. Ini juga benar, sama sekali tidak salah.

Injil diberitakan sejak Adam jatuh ke dalam dosa, bahwa akan datang Juruselamat yang akan menggantikan manusia menerima penghukuman. Setiap manusia yang sudah akil balik harus bertobat mengakui diri orang berdosa dan percaya bahwa Juruselamat akan dihukumkan menggantikannya. Orang-orang yang hidup sebelum penyaliban Sang Juruselamat yang mau dosa mereka dihitung selesai harus percaya pada Juruselamat YANG AKAN DATANG, dan sebagai pernyataan iman mereka diperintahkan melakukan ibadah simbolik sederhana yaitu menyembelih seekor domba (binatang korban) sebagai simbol Sang Juruselamat. Sedangkan orang yang hidup sesudah penyaliban Sang Juruselamat harus percaya Juruselamat YANG SUDAH DATANG, dan sebagai pernyataan iman mereka diperintahkan untuk memberi diri mereka dibaptis dalam nama Yesus.

Dari sisi Allah, oleh kemahatahuanNya, Dialah yang telah memilih semua orang yang diselamatkanNya, seperti personalia perusahaan yang merasa dia yang memilih karyawan. Sedangkan di sisi manusia, meyakini bahwa didapatkannya kepastian masuk Sorga adalah karena ia telah sungguh-sungguh bertobat dan telah sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus Kristus telah disalibkan untuknya.

Kesimpulan Kita

Di Alkitab memang ada banyak ayat yang memberitahu kita tentang pemilihan. Tetapi, tidak ada ayat yang berkata tentang pemilihan yang TANPA KONDISI (unconditional) untuk masuk Sorga. Ada pemilihan bangsa Yahudi sebagai bangsa penjaga ibadah simbolik. Dan ada pemilihan jemaat sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran. Juga ada pemilihan pribadi untuk tugas tertentu.

Kita percaya bahwa Allah yang maha tahu memilih berdasarkan kemahatahuanNya atas orang-orang yang diketahuiNya akan percaya pada berita Injil. Tanpa berita Injil tidak ada orang yang bisa diselamatkan, karena tidak ada orang yang bisa percaya sesuatu yang tidak pernah didengarnya. Setiap orang yang sudah akil balik diselamatkan oleh iman (Ef. 2:8-9), dan iman timbul dari pendengaran akan Injil (Rom.10:17, FIL. 1:27). Oleh sebab itu kita HARUS BERGIAT memberitakan Injil bukan berharap Tuhan memilih lebih banyak orang masuk Sorga.

Injil yang mengajarkan bahwa Allah memilih orang masuk Sorga tanpa kondisi (unconditional), terlebih bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu termasuk menetapkan dosa, itu bukan Injil yang alkitabiah. Itu Injil yang sangat salah bahkan menyesatkan, karena bisa menyebabkan seseorang berpikir dia tidak perlu sungguh-sungguh bertobat dan juga tidak perlu serius mengimani Injil Yesus Kristus. Padahal, untuk mendapatkan kepastian masuk Sorga, seseorang harus bertobat dan mengimani bahwa Yesus Kristus telah dihukumkan menggantikannya dan sekarang dia sedang hidup bagi Yesus. Hidupnya sesungguhnya bukan lagi miliknya melainkan milik Yesus yang telah mati baginya.

Saya menulis artikel ini dengan kasih agar orang yang belum mengerti Injil yang alkitabiah bisa mengerti dan diselamatkan.

Jakarta, 15 April 2019
Penulis: Dr. Suhento Liauw
www.graphe-ministry.org

MEMASUKAN RAGI KE DALAM KEKRISTENAN

Tuhan sudah memberitahukan tipu muslihat iblis terhadap jemaat Tuhan dalam perumpamaan yang disampaikanNya tentang ragi dan tepung tiga sukat. Tidak banyak theolog sanggup melihat bahwa tepung tiga sukat itu tepung murni yang dipakai untuk mengumpamakan Motivasi, Moral, dan Pengajaran (doktrin). Tiga harta karun kekristenan ini bagaikan tiga sukat tepung murni, dan iblis berusaha keras memasukkan ragi untuk merusak kemurnian nya.

Mat.13:33  Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Bahaya yang dihadapi Kekristen bukan penganiayaan, melainkan usaha iblis merusak kekristenan dari dalam dengan memasukkan raginya. Penganiayaan sesungguhnya menjadi alat penampi untuk memurnikan motivasi. Semua Rasul kecuali Yohanes mati sahid, dan yang non-rasul seperti Stephanus juga banyak yang lain membuktikan kemurnian iman mereka dengan mati sahid. Jika menjadi Kristen sama dengan mempertaruhkan kepala, siapa yang mau jadi Kristen dengan motivasi tak murni? Dengan motivasi yang termurni yang siap pikul salib dan kehidupan yang menyangkal diri, maka pasti akan diikuti moral yang paling tinggi. Sedangkan pengajaran (doktrin) pada zaman Rasul memang sedang diwahyukan dan diinspirasikan untuk menjadi sebuah kanon tertutup.

Tiga peti harta karun atau tiga sukat tepung murni, yaitu motivasi termurni, moral yang tertinggi dan doktrin yang alkitabiah, adalah semacam tripod, atau tungku kaki tiga, yang tidak boleh gagal atau rusak salah satunya. Ketika salah satunya terganggu, maka dua yang lain pasti ikut terpengaruh. Dan iblis sangat tahu dan ia juga sangat licik sehingga dia berusaha merusak dari bagian yang paling gampang baginya.

Tuhan pernah mengingatkan murid-muridNya agar mereka waspada terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.

Mat 16:6 Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

Pernyataan Tuhan ini sempat disalahtafsirkan oleh para murid sama seperti banyak theolog yang juga salah menafsirkan Matius 13:33. Ada denominasi yang menafsirkan ragi sebagai faktor positif hingga menamai buletinnya sebagai RAGI. Karena pengajaran denominasi itu sangat sesat, maka benarlah bahwa buletinnya adalah ragi yang di tangan perempuan itu.

Membaptis Bayi

Pembaptisan bayi adalah produk iblis untuk merusak motivasi seseorang menjadi Kristen. Orang tua yang menggendong bayi mereka untuk dibaptis telah digerakkan oleh motivasi yang salah. Alasan mereka membaptis bayi antara lain agar jika bayinya mati akan masuk Sorga, atau agar bayi tidak diganggu roh jahat atau agar bayi tidak sakit-sakitan. Semua alasan tersebut adalah salah total, maka dapat disimpulkan bahwa pembaptisan bayi adalah tindakan yang dimotivasi oleh tujuan yang salah. Gereja yang melakukan pembaptisan bayi telah memotivasi secara salah para orang tua bayi untuk membaptis bayi mereka. Dan para bayi yang dibaptis nanti besar akan memenuhi gereja sebagai Kristen tidak lahir baru.

Gereja Pembaptis bayi tidak memiliki motivasi alkitabiah dan masuk akal untuk tindakan itu. Pembaptisan bayi adalah salah satu ragi yang paling merusak adonan yang murni. Sejak Constantine mengawinkan negara dan agama Kristen, dan pembaptisan bayi diterapkan secara masif sebagai cara seseorang menjadi anggota gereja yang sekaligus warga negara, maka ragi itu dengan cepat mengkhamiri seluruh adonan.

Bersatu Dengan Negara

Ragi yang bersamaan dengan ragi pembaptisan bayi ialah penyatuan gereja dengan negara. Hampir semua gereja pembaptis bayi juga terjangkit virus yang sama yaitu penyatuan dengan negara. Katolik dengan kekaisaran Roma dan kemudian dengan negara-negara pecahannya. Anglikan adalah gereja resmi Inggris. Reformed menjadi gereja Geneva, Belanda dan Zurich, dan Lutheran menyatu dengan kerajaan Jerman. Di daerah koloni mereka membagi-bagi wilayah kekuasaan, dan konsep utama mereka ialah bersatu dengan pemerintah penguasa.

Ketika gereja-gereja bersatu dengan negara, konsekuensinya ialah pembaptisan bayi karena warga negara adalah anggota gereja dan sebaliknya. Pada saat tindakan pembaptisan bayi diidentifikasi oleh Kristen alkitabiah sebagai ragi, selanjutnya mereka membuktikan siapa bapak mereka dengan melakukan tindakan bapak mereka yaitu memakai tangan pemerintah menganiaya pengritik mereka, sampai membakar orang hidup-hidup. Iblis tidak bisa melihat wajahnya sendiri karena dia tidak memiliki cermin, pihak yang melihat wajahnya jelas sekali ialah orang Kristen alkitabiah (1Kor.2:15).

Semua penganiayaan keagamaan yang dilakukan oleh gereja bisa terlaksana karena gereja-gereja penganiaya memakai tangan pemerintah penguasa. John Bunyan dipenjarakan 12 th oleh kerajaan Inggris hanya karena dia mengritik tindakan pembaptisan bayi. Michael Servetus dibakar hidup-hidup oleh pemerintah kota Geneva hanya karena dia mengritik theologi John Calvin.

Ragi penyatuan gereja dan negara menghasilkan adonan mengembang besar namun cepat membusuk dan akan penuh ulat yaitu penganiayaan terhadap pengritik dengan memakai tangan pemerintah. Dan mereka selalu berkata bahwa bukan gereja mereka yang menganiaya melainkan pemerintah, seperti yang sering dilakukan oleh pengikut John Calvin. Padahal Servetus tidak melakukan kesalahan apapun yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat kecuali ia mengritik doktrin John Calvin.

Iblis sangat tahu bahwa jika ia berhasil menggabungkan gereja dengan negara maka gereja akan berhasil dirusaknya dari dalam. Bahkan ia akan memakai gereja yang disatukannya dengan negara melancarkan penganiayaan terhadap kelompok iman lain terutama terhadap yang alkitabiah.

Di abad modern, walau mereka tidak melakukan kekejaman seperti membunuh, mereka menyembunyikan sifat buas mereka ke dalam peraturan pemerintah yang tidak tegas memisahkan agama dan negara. Di Amerika Serikat (AS) mereka tidak berkutik karena Amandement Pertama UUD AS sudah dengan tegas menyatakan bahwa kongres dan semua cabang legislatif di bawahnya TIDAK BOLEH MEMBUAT UNDANG APAPUN YANG BERKAITAN DENGAN URUSAN AGAMA. Amandement ini adalah hasil usulan kaum Baptis yang mengerti tentang keterpisahan antara agama dan negara. Hasilnya gereja alkitabiah berkembang pesat. Sayang hanya satu negara di muka bumi ini yang berdiri sesuai keinginan hati Tuhan. Tak heran jika Tuhan menopangnya dan memakainya mengirim misionari ke segala penjuru dunia.

Mengejar Wahyu Luar Alkitab

Richard Spurling tercatat tahun 1886 mengajak beberapa orang untuk berdoa di tempatnya untuk meminta kondisi zaman Rasul yang penuh mujizat tanpa pengertian yang benar. Dia meninggal tidak lama setelah mengungkapkan keinginannya pada belasan orang pengikutnya, dan cita-citanya kemudian diteruskan oleh putranya Richard Spurling Jr. Tetapi pada tahun 1897 seorang muridnya yang bernama Charles Parham, memulai pelayanannya di Topeka, menyatakan bahwa anaknya yang sakit telah didoakannya dan sembuh. Dan ragi yang daya khamirnya paling dahsyat ialah yang dibawakan melalui William Seymour tahun 1906 di Azusa Street.

Kanon Alkitab yang sudah ditutup Tuhan, oleh godaan iblis mereka buka lebar dan iblis memakai Seymour memasukkan ragi. Mereka bahkan tidak mengerti pengakuan iman kekristenan yang paling utama yaitu ALKITAB SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN. Sebelum di Azusa Street mereka telah merobohkan lantai sebuah rumah karena mereka melompat-lompat meminta agar bisa berbahasa lidah. Dan sejak saat itu mereka membuka pintu pewahyuan sehingga ragi bercemplungan masuk ke dalam tepung murni, dan Alkitab menjadi KANON TERBUKA artinya boleh ditambahkan wahyu lagi. Iblis segera mengaktifkan proses pewahyuannya sehingga banyak penampakan, berbahasa lidah, mimpi, dan berbagai bentuk pewahyuan lain. Saking awamnnya bahkan pengkhotbah mereka tidak mengerti bahwa penampakan, mimpi itu sesungguhnya adalah bentuk-bentuk pewahyuan.

Seandainya jemaat awam tidak mengerti, seharusnya pengkhotbah mereka mengerti bahwa pewahyuan dan pengilhaman hanya sampai kitab Wahyu, dan sesudahnya tidak turun wahyu lagi, selanjutnya Roh Kudus bekerja memberi illuminasi kepada pencari kebenaran yang membaca Alkitab. Tetapi karena para pengkhotbah mereka tidak mengikuti pendidikan formal melainkan hanya mengandalkan kharisma saja, maka mereka tidak mengerti dan situasi di antara mereka sangat siap untuk dimasukkan ragi.

Ragi yang mendorong mereka mengejar pewahyuan Luar-Alkitab (Extra Biblical) tanpa mereka sadari sangat merusak fondasi iman kekristenan karena Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan adalah fondasi paling utama iman kekristenan. Pengakuan iman bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan lebih penting dari semua pengakuan iman lain, sebab semua pengakuan iman lain seperti Yesus satu-satunya Juruselamat DIDASARKAN pada Alkitab.

Sekali ragi mengejar wahyu luar Alkitab bekerja, kerusakan yang akan diakibatkan sangat dahsyat. Ragi ini memicu munculnya Mormonisme melalui Joseph Smith yang mengaku dapat wahyu luar Alkitab, dan ragi ini juga merangsa William Miller dan Ellen White mengejar wahyu luar Alkitab dan memunculkan Advent. Ellen White mengklaim mendapat dua ribuan mimpi dan penglihatan dari Tuhan. Dan orang Advent tidak mengerti bahwa mereka disesatkan dengan wahyu luar Alkitab.

Sesungguhnya salah satu ragi mengejar wahyu luar Alkitab yang paling dahsyat ialah yang dicemplungkan oleh “perempuan” itu ke dalam kelompok Kharismatik dan teman-temannya. Dan efeknya ialah kekristenan yang mabok kepayang dan sempoyongan hingga masuk got kesesatan. Mereka berdiri di belakang mimbar sambil berkata bahwa tadi malam Tuhan berbicara kepada mereka tanpa mereka sadar bahwa mereka sedang mempromosikan wahyu luar Alkitab (Extra Biblical Revelation). Ada pemimpin mereka yang membohongi jemaat mereka bahwa mereka dibawa ke Sorga, dan ada juga yang dibawa ke Neraka, dan ramai sekali pengikut mereka. Mereka bersaksi bahwa mereka melihat Yesus sekalipun mereka tidak bisa jelaskan cara mereka tahu bahwa yang mereka lihat itu Yesus. Mereka juga klaim mimpi mereka datang dari Tuhan, padahal tiap malam miliaran manusia bermimpi. Ketika dikritik biasanya mereka menunjuk mimpi Yusuf, bahkan mimpi istri Pilatus. Mereka tidak mengerti bahwa kita bukan percaya Yusuf apalagi istri Pilatus, melainkan kita percaya pengilhaman isi Alkitab. Firaun pasti banyak mimpi dalam hidupnya dan kita hanya percaya satu mimpi itu dari Tuhan karena mimpi itu dituliskan di Alkitab. Semua mimpi yang tidak ditulis di Alkitab bukan berasal dari Tuhan.

Mengejar Mujizat

Ada ragi jenis lain lagi yaitu ragi mengejar mujizat. Ragi ini dimasukkan si perempuan untuk mengacaukan motivasi orang datang kepada Tuhan. Alkitab kasih tahu tiga hal sehubungan dengan kuasa melakukan mujizat. [1] Bahwa Mesias dinubuatkan akan melakukan mujizat (Yes. 35:5-6). Oleh sebab itu Yesus Kristus membuktikan Dirinya Mesias dengan melakukan mujizat. [2] Rasul & Nabi melakukan mujizat sebagai bukti bahwa mereka Nabi & Rasul (2Kor12:12). [3] Pada Akhir Zaman akan datang penyesat yang memakai nama Yesus melakukan mujizat untuk menyesatkan orang (Mat.24:5, 24).

Jadi, ketika sekarang yang adalah sudah Akhir Zaman ini ada yang pakai nama Yesus membuat mujizat, dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan menggenapi yang nomor 3, yaitu penyesat yang memakai nama Yesus menyesatkan dengan mujizat.

Tujuan Mesias melakukan mujizat itu untuk membuktikan Sang Mesias. Dan tujuan Para Rasul dan Nabi diberi kuasa melakukan mujizat itu untuk membuktikan bahwa mereka Nabi asli dan Rasul asli dari Tuhan. Sedangkan iblis di Akhir Zaman dinubuatkan akan memberikan kuasa melakukan mujizat bukan pakai namanya, tetapi nama Yesus ialah dengan tujuan untuk menyesatkan. Supaya tercapai tujuannya, maka iblis perlu memasukkan ragi MENGEJAR MUJIZAT ke dalam kekristenan. Orang-orang Kristen harus dibuat suka mujizat dan mengejar mujizat, jika tidak maka iblis tidak akan berhasil menyesatkan dengan mujizat yang pakai nama Yesus.

Mengejar Materi

Ragi jenis lain lagi ialah ragi mengejar materi. Ragi ini dimasukkan ke dalam kekristenan dengan target untuk merusak motivasi orang menjadi Kristen. Ketika motivasi menjadi Kristen yang adalah percaya dan beriman kepada kebenaran sekalipun jadi miskin karena harta dirampas dan kehilangan pekerjaan kesulitan naik pangkat berubah menjadi AKAN MENDAPAT BERKAT MATERI BERKALI-KALI LIPAT, maka kemurnian hati menjadi Kristen mulai digerogoti.

Tingkat perusakannya sangat tinggi karena sekali motivasi dikacaukan maka moral pasti ikut kacau sehingga nama Tuhan dipermalukan dengan berita pukul-pukulan di gereja, pengkhotbah yang melakukan kejahatan seksual, pengusaha Kristen yang korup, dan berbagai kejahatan moral. Maklum, mereka jadi Kristen dengan motivasi berkat materi, bukan karena bertobat dan beriman pada kebenaran.

Efek lain lagi ialah kekacauan doktrin karena pengkhotbah tidak kuatir khotbahnya salah, dia juga sadar bahwa jemaatnya bukan datang cari kebenaran melainkan mau dilepaskan dari kutuk kebangkrutan. Bagaimana bisa mengajarkan kebenaran karena tittelnya hasil beli, maka tak heran kalau theologinya adalah theologi hasil mimpi dan penglihatan. Hadir kuliah cukup beberapa kali, sisanya bisa diselesaikan melalui dana sumbangan ini dan itu, awas itu bukan beli titel melainkan sumbangan.

Kelompok pengejar MUJIZAT dan MATERI, biasanya tidak bisa hidup kudus karena di dalam mereka tidak ada Roh Kudus. Mereka ini menyebabkan orang yang masih ada akal waras terheran-heran, dan bertanya bagaimana mungkin orang begini masuk Sorga? Lalu mereka bukan memperbaiki doktrin mereka, malahan tambah mengacaukan dengan pengajaran bahwa kalau percaya Yesus dapat selamat tetapi belum bisa masuk Sorga karena untuk masuk Sorga harus sempurna seperti Bapa. Kesimpulan ini muncul karena sulit bagi yang punya akal sehat untuk terima bahwa orang yang ngawur hidupnya berkata dia akan masuk Sorga. Lalu mereka tambahi syarat masuk Sorga, padahal yang mengacaukan konsep sesungguhnya ialah theologi sukses mereka yang telah salah memotivasi orang jadi Kristen.

Mengejar Hal Aneh

Satu paket dengan ragi kejar-mengejar ialah mengejar hal-hal aneh. Iblis berhasil memasukkan konsep aneh ke dalam pikiran sejumlah orang sehingga mereka mengejar hal-hal aneh, hingga kalau tidak aneh itu sama sekali tidak menarik hati mereka. Mereka senang melihat orang bertumbangan ketika pengkhotbah mereka menghembuskan udara dari mulut atau mendorong dengan tangannya. Mereka sama sekali tidak ingin memeriksa di Alkitab untuk memastikan bahwa yang dilakukan itu adalah kebenaran dan sesuai Alkitab.

Ada video dimana anak kecil belum 10 tahun disuruh khotbah, dan ada juga yang disuruh menumbangkan hadirin hingga semuanya tergeletak. Mereka tidak tertarik pada hal yang normal karena mereka dirancang untuk mengejar hal aneh. Mata mereka seperti orang yang terkena fatamorgana, mereka lihat ada Yesus di awan, ada Yesus di pohon pisang dan ada Yesus di dinding rumah jl. Kramat V, akhirnya ada wajah Yesus dimana-mana. Iblis sangat sukses mensosialisasikan wajah pria berambut gondrong adalah Yesus, untuk menyebabkan orang-orang Kristen berdoa membayangkan berbicara pada pria itu, tanpa menyadari bahwa itu sama dengan penyembahan berhala.

Mengejar Roh Lain

Sesungguhnya yang lebih seram lagi ialah mengejar roh najis atau roh lain. Rasul Paulus mensinyalir ada roh lain yang beroperasi di jemaat Korintus.

2 Kor.11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu ROH YANG LAIN dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Jemaat Korintus, dari surat Korintus yang pertama kita tahu di situ ada banyak aktivitas roh. Mereka giat berbahasa lidah, hingga ditegur untuk tidak dipakai di tempat umum tanpa penerjemah. Iblis tentu bisa melihat peluang selagi firman Tuhan belum baku dalam kanon Alkitab. Tentu gampang sekali bagi iblis untuk ikut menyebabkan orang tertentu berbahasa lidah, dan berbagai fenomena roh. Dan iblis tidak akan melakukan hal bodoh yang menimbulkan kecurigaan, ia akan melakukannya dengan memakai nama Yesus.

Kesimpulan

Tuhan tahu persis kita gampang ditipu iblis oleh sebab itu Tuhan mengilhami para Rasul untuk menuliskan kebenaran yang akan menjadi standar kebenaran sepanjang masa. Tanpa kebenaran TERTULIS (Written Truth) Iblis akan bekerja leluasa menyesatkan semua pengikut Yesus Kristus. Oleh sebab itu ketika pewahyuan Alkitab sampai kitab Wahyu, Tuhan MEMBATASI KITA, bukan kita yang membatasi Tuhan, agar kita tidak keluar dari Alkitab, jangan sekali-kali percaya wahyu di luar Alkitab. Ragi yang paling berbahaya ialah yang memancing orang keluar dari Alkitab, bisa melalui suara, mimpi, penglihatan, dan lain sebagainya. Waspadalah!

BAYI PASTI MASUK SORGA, YANG DEWASA HARUS BERIMAN

Karena Alkitab adalah satu-satunya firman Allah Pencipta alam semesta, maka dari Alkitablah kita dapatkan petunjuk Allah tentang ciptaanNya. Alkitab memberitahukan manusia tentang asal-usul alam semesta. Kemudian timbul kejahatan di dalam hati manusia setelah dirangsang oleh malaikat pembangkang (setan), yang telah lebih dulu membangkangi Allah. Dan Alkitab juga memberitahukan bahwa pasangan manusia pertama jatuh ke dalam dosa.

Manusia yang telah berdosa akan mati setelah energi tubuhnya terpakai habis dan akan dihukumkan. Hukumannya ialah tidak bisa berkumpul bersama Allah dalam kemuliaanNya karena Allah maha kudus dan tempat tinggal Allah (sorga) juga tempat yang maha kudus. Manusia akan pergi ke tempat yang diciptakan bagi setan, yaitu lautan api neraka.

Untuk Masuk Sorga Dosa Harus Selesai

Satu-satunya cara bagi manusia agar bisa kembali kepada Allah di Sorga ialah menyelesaikan dosanya. Dan Alkitab memberitahukan bahwa hanya ada satu cara penyelesaian dosa, yaitu PENGHUKUMAN ATAS DOSA ITU. Semua pemerintah di bumi juga memakai cara yang sama yaitu menghukum orang yang melalukan kesalahan. Dosa tidak dapat diselesaikan dengan cara penghampaan diri atau dengan ibadah yang khusyuk atau dengan amal. Dosa selesai kalau dijatuhi PENGHUKUMAN, begitu juga pemerintah duniawi menghukum pelanggar hukum dengan mengadili dan memasukkannya ke dalam penjara.

Allah Menjanjikan Juruselamat

Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa harus mengaku salah dan menyesal (bertobat), dan percaya kepada Allah yang berjanji akan mengirim seorang Juruselamat. Sebelum Sang Juruselamat tiba, manusia harus melakukan ibadah simbolik untuk menggambarkan proses penghukuman atas dosa yang akan ditanggung Sang Juruselamat dengan menyembelih binatang korban di atas mezbah. Itulah tujuan domba/kambing korban yang sesungguhnya, yaitu menyimbolkan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan untuk menanggung dosa manusia.

Sejak Adam, Nuh, dan Abraham, mereka semua telah berulang-ulang menyembelih domba korban sambil menantikan Juruselamat yang dijanjikan Allah. Seluruh kitab Perjanjian Lama berisikan janji Allah bahwa Dia akan mengirim Juruselamat untuk menggantikan manusia dihukumkan. Bahkan seluruh ibadah di Bait Allah, dengan korban-korbannya, dirancang untuk menyimbolkan proses penyelamatan manusia berdosa.

Sampai pada masa pemerintahan Romawi, Allah mengutus seorang pembuka jalan, yaitu Yohanes (Yahya), dan dia tampil, dia menunjuk kepada Yesus sambil berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Yesus artinya Juruselamat, tentu bukan kebetulan Ia menyandang nama ini. Ia disalibkan seperti seekor domba korban sedang disembelih di atas mezbah.

Setiap orang yang hidup sebelum penyaliban Yesus, harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang akan menggantikan mereka dihukumkan. Inilah iman Adam, Nuh, Abraham, Musa beserta semua orang yang mempersembahkan domba korban di atas mezbah. Mereka beriman kepada Juruselamat YANG AKAN MENGGANTIKAN MEREKA DIHUKUMKAN. Dosa mereka dihitung selesai oleh karena pertobatan dan iman mereka.

Kita yang hidup sesudah penyaliban Yesus juga harus bertobat dan percaya kepada Dia sebagai Juruselamat kita. Bedanya kita dengan Musa ialah bahwa Musa percaya kepada Juruselamat YANG AKAN DATANG, sedangkan kita percaya kepada Juruselamat YANG SUDAH DATANG. Percaya apa? Percaya bahwa Yesus SUDAH MENGGANTIKAN KITA DIHUKUMKAN DI KAYU SAHIB. Mereka Adam, Nuh, Abraham dan Musa percaya Juruselamat YANG AKAN DATANG DIHUKUMKAN MENGGANTIKAN MEREKA.

Bayi Tidak Dituntut Beriman

Alkitab memberitahukan bahwa karena dosa Adam maka semua manusia menjadi orang berdosa, BERSTATUS orang berdosa atau berposisi orang berdosa. Tetapi karena kematian Yesus untuk menanggung dosa seisi dunia maka semua dosa manusia yang sebabkan Adam selesai. Status orang berdosa yang disebabkan Adam telah diselesaikan oleh Yesus.

Rom 5:18-19 ITB: 18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggara semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

Itulah sebabnya bayi yang meninggal dan mereka yang lahir cacat mental, yaitu semua mereka yang sampai saat meninggal tidak pernah memiliki kesadaran diri, tanpa perlu beriman mereka pasti masuk Sorga.  Mereka tidak dituntut beriman untuk memperoleh penanggungan dosa mereka karena mereka belum melakukan dosa atas kesadaran diri mereka. Mereka belum menjadi orang berdosa yang karena perbuatan berdosa secara sadar dan sengaja. Mereka HANYA BERSTATUS orang berdosa KARENA Status MEREKA keturunan Adam yang adalah orang berdosa. Sesuai ayat yang kita kutip status orang berdosa yang diakibatkan Adam telah diselesaikan oleh Yesus Kristus. Karena mereka belum bisa beriman maka khasiat ketaatan Kristus yang menghapuskan ketidaktaatan Adam diaplikasikan kepada mereka tanpa perlu iman.

Bahkan khasiat ketaatan Kristus diaplikasikan bukan hanya pada bayi orang Kristen melainkan pada semua bayi dari zaman Adam sampai bayi manusia terakhir. Artinya semua bayi yang mati tanpa pandang agama, bahkan walau ayahnya penjahat besar, teroris besar, mereka pasti masuk Sorga. Alkitab mencatat bayi raja Yerobeam, seorang raja yang sangat jahat di mata Tuhan, dinyatakan masuk Sorga, karena dikatakan bahwa hanya dia saja yang ada hal yang baik di mata Tuhan dari seluruh keluarga Yerobeam (1Raj.14:13).

Jadi, semua bayi zaman Nuh yang mati saat air bah, semua bayi kota Sodom dan Gomorrah, semua bayi di Kota Jeriko dan semua bayi yang mati dalam semua peperangan, dan semua bayi di Bethlehem yang disembelih Herodes, sesungguhnya mereka sangat disayang Tuhan karena mereka tidak ditinggal tanpa orang tua, melainkan dibawa ke Sorga.

Tetapi yang tidak mati saat bayi, yaitu mereka yang mencapai umur akil balik, dan menjadi orang berdosa bukan lagi karena Adam melainkan karena diri sendiri, orang demikian harus mendengar Injil, bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat. Mengaku diri orang berdosa, menyesal dan mengaminkan bahwa Yesus sudah menggantikan mereka dihukumkan atas seluruh dosa mereka, dan mereka setuju hidup bagi Yesus.

Jangan Memperjudikan Hidup Anda

Jika seseorang yang sudah akil balik bertobat dan percaya ada Allah, dan sesudah ia mati ternyata tidak ada Allah, sesungguhnya dia tidak rugi apapun, karena Allah yang tidak ada tak mungkin menghukumnya. Tetapi jika seseorang percaya tidak ada Allah, dan sesudah mati ia dapatkan ada Allah dan ia telah mengabaikanNya, maka Ia tak mungkin hidup bersama Allah, melainkan ia akan hidup bersama iblis selamanya.

Anda mau menjadi penjudi yang mempertaruhkan jiwa dan roh Anda?
Mungkin ada orang yang berkata, “ah..saya punya cara saya sendiri untuk masuk Sorga.” Baiklah, kalau Anda mempercayai sebuah agama, pastikan agama yang Anda sedang imani sungguh yang berasal dari Allah. Pastikan kitab sucinya adalah benar-benar firman Allah.

Sorga adalah tempat tinggal Sang Pencipta, bukan tempat kita. Pihak yang berhak menetapkan aturan memasukinya bukan kita melainkan Sang Pencipta pemilik Sorga. Ketetapan Allah bagi orang berdosa yang ingin masuk Sorga ialah menyelesaikan dosanya melalui bertobat dan beriman kepada Juruselamat yang diutus untuk menanggung dosa. Itulah intisari Alkitab.

Jika Alkitab salah, atau Alkitab bukan firman Allah, dan ternyata masuk Sorga ialah melalui berbuat amal, maka orang yang percaya Yesus juga akan masuk Sorga. Kehidupan moral orang yang percaya Yesus cukup baik, dan perbuatan amal orang yang percaya Yesus juga banyak. Namun jika Alkitab adalah firman Allah, dan Alkitab menyatakan bahwa jalan masuk Sorga HANYALAH melalui bertobat dan percaya bahwa Yesus telah menggantikannya dihukumkan, maka siapapun yang tidak bertobat serta tidak beriman kepada Yesus untuk pengampunan dosanya, pasti akan berakhir di Neraka.

Demi kasih Yesus, tolong direnungkan.

Jakarta, 5 November 2017
Dr. Suhento Liauw
www.graphe-ministry.org
Maranatha!

BENIH PEREMPUAN

Manusia jatuh ke dalam dosa karena tergoda oleh rangsangan iblis untuk jadi Allah. Iblis, yang adalah makhluk roh tentu dapat merasuki ular bahkan tampil dalam bentuk ular. Akhir ceritanya manusia lebih percaya pada iblis daripada Allah.

Permusuhan iblis terhadap Allah berlanjut terus untuk memperebutkan sikap manusia, apakah manusia akan berada di pihak Allah atau di pihak iblis. Dalam kasus Ayub iblis sesumbar bahwa jika Allah mengijinkannya menggoda atau mencobai manusia, maka manusia akan mengikutinya menentang Allah.

Ketika Adam dan Hawa mengaku salah dan menyesal, Allah berkata bahwa akan ada PERMUSUHAN antara manusia dan iblis.

Gen 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Sesungguhnya permusuhan itu antara iblis dan Sang Juruselamat. Tentu diikuti oleh pengikut masing-masing, pengikut iblis atau pengikut keturunan Hawa, atau Sang Juruselamat.

Di sini posisi manusia sebagai pribadi yang berpikir dan bebas memilih dihadapkan pada pemilihan akan jadi pengikut iblis membangkang terus kepada Allah, atau berpihak pada Allah mempercayai Juruselamat yang disiapkan yang adalah Allah sendiri yang akan dilahirkan oleh wanita, atau keturunan Hawa.

Semua manusia sesudah itu harus mengaku salah dan menyesali dosanya dan percaya dengan segenap hati bahwa sang Juruselamat akan datang menggantikannya dihukumkan atas dosanya.

Dosa tidak dapat diselesaikan dengan amal ibadah. Dosa hanya dapat diselesaikan dengan penghukuman. Upah dosa ialah maut.

Yesus Kristus datang, dilahirkan oleh perempuan, Maria, keturunan Hawa, tanpa campur tangan laki-laki. Dihukumkan di kayu salib, dan turun ke alam maut, menderita hukuman dosa manusia.

Setiap orang yang mau dosanya dihitung selesai dihukumkan, baik yang hidup sebelum penyalibanNya, maupun sesudah, harus mengaku berdosa dan menyesali dosa-dosanya, serta percaya dengan segenap hati bahwa Sang Juruselamat AKAN menanggung semua dosanya (bagi yang hidup sebelum penyalibanNya), dan SUDAH menanggung semua dosanya bagi yang hidup sesudah penyalibanNya). Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan ke Sorga untuk umat manusia yang jatuh dalam dosa.

Setelah membuat pengakuan iman tersebut di atas, maka di hadapan Allah Bapa orang tersebut adalah anak Allah karena Sang Juruselamat yang adalah anak Allah telah tukar posisi dengannya. Sang Juruselamat sudah menjadi orang berdosa, anak iblis, dan dimatikan di kayu salib. Dan yang percaya kepadaNya diberi kuasa untuk menempati posisiNya sebagai anak Allah.

Selanjutnya orang percaya harus hidup sebagai anak Allah. Dan Allah menuliskan sebuah kitab sebagai petunjuk hidup sebagai anak Allah sebelum pergi bersama Sang Juruselamat yang mengasihinya, dan dikasihiNya. Setiap orang yang sungguh bertobat dan percaya harus memahami dengan sungguh keinginan Sang Juruselamat yang telah dituliskanNya melalui hamba-hambaNya, setepat-tepatnya dan setaat-taatnya.

Dan Waspadalah, iblis yang sejak di taman Eden, terus mengintai. Jika dia gagal menghalangi manusia untuk bertobat dan percaya Sang Juruselamat, ia masih akan terus berusaha agar orang percaya tidak mengikuti kehendak Allah agar orang percaya tidak efektif sebagai alat Allah untuk menyelamatkan manusia lain.

Perhatikanlah, iblis akan berusaha terus agar manusia tidak bertobat dan percaya agar tidak diselamatkan. Tetapi jika ia gagal dan manusia tersebut terselamatkan, iblis tetap berjuang agar orang tersebut salah memahami Alkitab, sehingga tidak bisa efektif memenangkan orang lain, bahkan agar menjadi alat menyesatkan orang.

Jakarta, 4 Des 2018
Penulis: Dr. Suhento Liauw
http://www.graphe-ministry.org
Maranatha!

MENGAPA BANYAK KESESATAN?

Gereja-gereja sesat yang aneka ragam itu big bossnya sama. Intinya, mereka percaya masih ada proses pewahyuan sesudah Alkitab selesai. Satu diperintahkan untuk super ngawur menjaring yang super ngawur menjerit-jerit, lompat guling. Sdgkn yg satu diperintahkan untuk sekalem mungkin untuk menjaring yang hampir meninggalkan mereka karena tidak setuju yang guling-guling. Ibarat jala ikan ada jaring yang kasar untuk tangkap ikan besar dan ada yang halus yang untuk ikan bilis. 

Iblis membuat sebanyak mungkin media untuk menjaring manusia. Ada Iblis yang duduk di batu untuk disembah oleh manusia primitive. Dan juga ada yang duduk di patung untuk yang agak pintar yang menolak sembah batu. Dan ia mendirikan berbagai agama untuk yang lebih pintar lagi yang tidak mau sembah patung.

Pada masa awal munculnya kekristenan iblis main kasar, Yakobus dipenggal dan semua Rasul harus mati martir kecuali Yohanes yang mati di pulau Patmos, tetapi kemudian dia evaluasi dan melihat hasilnya tidak efektif, dan dia segera ubah strategi. Dia sudah baca ayat Alkitab yang di tulis Matius yang bilang iblis tidak akan usir Iblis dan dia bisa bersandiwara, dan dia juga sudah baca tulisan Paulus bahwa tanpa Roh Kudus tidak ada yang menyebut Yesus itu Tuhan, maka dialah yang akan berseru-seru kepada Yesus, Tuhan, Tuhan namun nanti dienyahkan. Iblis tertawa, pasti banyak Kristen bodoh yang bisa ditipu. Mereka tidak mengerti bahwa ucapan Yesus dan Paulus itu adalah kebenaran normatif, artinya untuk situasi normal. Pada situasi normal pasukan AS pasti hormat bendera AS, tetapi mata-mata uang diselundupkan ke Taliban pasti paling semangat bakar bendera AS. Daripada melawan secara kasar dan mereka malah semakin setia tentu lebih efektif bikin gereja palsu, dan iblis jadi pemimpin gereja, jadi theolog, pasti penyesatan akan lebih efektif.

Inilah yang menyebabkan timbul ribuan denominasi Kristen. Bisa mengerti? 

Tetapi, Tuhan tidak diam, Roh Kudus bekerja. Bagaimanakah cara Roh Kudus bekerja? Roh Kudus hanya perlu satu syarat saja dari manusia yang akan dituntunnya. Dan itu sudah Tuhan katakan di Matius 13:12.

Mat 13:11-12 ITB 11 Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia *untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga,* tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena *siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi,* sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Seseorang akan diberi karunia mengetahui rahasia kerajaan Sorga, syaratnya di dalam hatinya harus ada KEINGINAN TAHU akan rahasia kerajaan Sorga itu. Dia harus sangat ingin tahu akan kebenaran, sangat ingin tahu di antara begitu banyak denomination, begitu banyak gereja, manakah yang benar? Kalau ada keinginan akan kebenaran maka akan dikasih terus, akan dipimpin terus, akan dibukakan terus rahasia itu. Tetapi kalau tidak ada keinginan akan kebenaran, dikatakan bahkan apa yang ada padanya yaitu nyawanya akan diambil. 

Terlebih parah jika seseorang menolak kebenaran demi mempertahankan status (gengsi), karena ingin mendapatkan materi, ingin keamanan (takut pertentangan), ingin damai (tidak berani dibenci karena kebenaran), maka orang demikian di mata Tuhan tidak layak dibukakan kebenaran kepadanya. Orang demikian akan semakin jauh dari kebenaran bahkan tanpa disadarinya, sampai dia meninggal dia akan merasa benar karena kemampuannya menilai telah mati, tetapi diujungnya dia dienyahkan karena imannya salah. 

Luk 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, *jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”*

Camkanlah.

Jakarta, 28 Oktober 2020

DR. SUHENTO LIAUW

<www.graphe-ministry.org>

IBADAH ONLINE, Ini Istilah Yang Salah

Istilah IBADAH menurut kamus, KBI

ibadah: iba·dah n perbuatan untuk menyatakan bakti kpd Allah, yg didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; ibadat;
— badaniah Isl ibadah yg dilakukan secara fisik, spt salat;

Secara konotatif oleh hampir semua
Agama, kata IBADAH menunjukkan kepada penyembahan fisik, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama-sama.

Ibadah Kekristenan ALKITABIAH

Ibadah kekristenan sudah Tuhan ubah dari yang Simbolistik, Ritualistik, Jasmaniah menjadi yang sifatnya Hakekat, Rohaniah dalam Kebenaran. Ibadah Kristen alkitabiah itu sudah dengan HATI, sekali lagi dengan HATI, maka itu tidak lagi ada batasan sikap tubuh, tidak ada ketentuan waktu, dan tidak ada keharusan lokasi tertentu.

Joh 4:23 ITB  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Jadi, orang Kristen tidak beribadah di hari minggu pagi, dan jangan menyebut acara itu ibadah, karena ibadah orang Kristen terjadi setiap waktu. Sikap hati yang memuliakan Tuhan, yang memuji serta meninggikan Dia SETIAP SAAT, itu adalah IBADAH orang Kristen. Ketika seorang Kristen menyebut aktivitas hari Minggu atau Rabu sebagai acara ibadah, ini membuktikan yang bersangkutan tidak mengerti kebenaran atau ia dipengaruhi oleh tetangga.

Apa Namanya Acara Minggu Pagi Itu?

Sesungguhnya acara, baik yang Minggu pagi atau yang Rabu malam, itu namanya BERJEMAAT. Zaman dulu, sebelum terpengaruh tetangga, disebut KEBAKTIAN. Ingat, ibadah itu terjadi SETIAP SAAT, SIKAP HATI KITA SETIAP SAAT. Kekristenan yang alkitabiah tidak ada upacara-upacara RITUALISTIK dengan jubah yang kerlap-kerlip dan berbagai pernak-perniknya. Itu kekristenan yang terpengaruh mistikisme yang Tuhan sebut kirbat lama yang tidak bisa dipakai untuk anggur baru.

Nah, mana ada yang namanya IBADAH ONLINE. Ibadah itu bagi kekristenan yang alkitabiah adalah sikap hati, dan itu berlangsung sepanjang waktu.

Ibadah Online?

Jadi, secara alkitabiah tidak ada yang namanya ibadah online, bahkan juga tidak ada yang OFFLINE juga. Ibadah Kristen alkitabiah itu sikap hati yang terus-menerus sepanjang waktu.

Sekarang, yang kami GBIA Graphe lakukan di masa Pandemi Covid-19, ialah tetap ada acara berjemaat yang terdiri dari penghuni asrama, hampir seratus orang. Dan sebagaimana sebelum Pandemi kami juga sudah memancarkan acara tersebut ke seluruh dunia, karena ada banyak orang yang ingin bergabung berjemaat namun dihalangi jarak.

Jadi, masing-masing di lokasinya, mungkin di ruang tamu, berkumpul berjemaat beberapa orang mengikuti acara bernyanyi dan mendengarkan pengajaran Alkitab melalui alat komunikasi.

Kesimpulannya, bagi kekristenan alkitabiah, istilah IBADAH ONLINE itu tidak ada, tidak sesuai Alkitab, karena orang Kristen beribadah dengan hati, sepanjang waktu, dan di mana saja. Orang Kristen alkitabiah silakan berkumpul (berjemaat) di mana pun Anda berada, dua atau tiga orang, ikut bernyanyi bersama dan ikut belajar Alkitab, melalui Facebook GBIA GRAPHE, adalah hal yang alkitabiah untuk kita lakukan. Jumlah orang yang berkumpul dan lokasi sesungguhnya tidak ada masalah, karena ibadah kita yang sesungguhnya adalah sikap hati kita.

Kita tidak tahu akan berapa lama kita tidak bisa berkumpul dalam jumlah besar. Tetapi itu bukan masalah, jumlah bukan masalah, karena kata Tuhan, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Mari setiap minggu pagi, kumpulkan anggota keluarga di ruang tamu, dan ikuti acara bernyanyi dan pengajaran Alkitab yang dipancarkan dari mimbar GBIA Graphe, melalui Facebook live.

Jakarta, 3 Juni 2020
Penulis: DR. SUHENTO LIAUW
www.graphe-ministry.org
Maranatha!

Dua Belas Ayat Terakhir Markus Asli atau Palsu?

Things Hard to be Understood

Dewasa ini, banyak Alkitab versi modern yang meragukan 12 ayat terakhir dari Injil Markus. Kita bisa melihat misalnya Alkitab versi NIV yang berkomentar bahwa “The earliest manuscripts and some other ancient witnesses do not have verses 9–20.” Bukan hanya NIV, bahkan ASV, ESV dan lain-lain juga memiliki komentar yang serupa. Keraguan ini muncul karena 12 ayat terakhir ini tidak terdapat di dalam 2 manuskrip kesayangan mereka (yang mereka katakan sebagai manuskrip tertua dan terbaik) yaitu Vatikanus dan Sinaitikus yang merupakan landasan Critical Text yang menjadi dasar bagi penerjemah-penerjemah modern (kedua manuskrip ini memiliki kecacatan yang luar biasa, salah satunya akan saya tunjukkan seiring pembahasan ini). Beberapa beranggapan bahwa gaya kepenulisan 12 ayat terakhir dari Injil Markus tidak sama dengan pasal-pasal sebelumnya. Hal ini sangat kontras dengan KJV yang diterjemahkan dari Textus Receptus yang mengandung ke 12 ayat ini tanpa mempertanyakan dan meragukan keaslian dari 12 ayat ini (saya sendiri percaya bahwa 12 ayat terakhir Injil Markus adalah Firman Tuhan). Sebagai orang Kristen yang begitu mengasihi Tuhan dan mencintai Firman Tuhan, tentunya masalah ini tidak dapat dianggap sepele. Apakah ke 12 ayat terakhir Injil Markus merupakan bagian dari Firman Tuhan?

1. Kesaksian Para Penulis Awal

Pada bagian pertama ini, saya akan menyajikan kesaksian-kesaksian dari penulis-penulis awal yang pernah mengutip dan menyinggung 12 ayat terakhir dari Injil Markus. Banyaknya penulis awal yg pernah menyinggung 12 ayat terakhir dari Injil Markus menunjukkan bahwa mereka pernah membaca ayat-ayat tersebut di dalam manuskrip-manuskrip yang mereka gunakan, kebanyakan tulisan dari mereka bahkan berumur lebih tua dari manuskrip-manuskrip yg saat ini kita miliki, berikut beberapa orang yg pernah mengutip dan menyinggung 12 ayat terakhir dari Injil Markus:

  1. Tulisan Papias pada tahun 100 AD.
  2. Justin Martyr pada tahun 151 Ad mengutip ayat terakhir dari Injil Markus.
  3. Irenaeus mengutip dan mengomentari ayat 19 pada tahun 180 AD.
  4. Eusebius, seseorang yg sangat familiar dengan 12 ayat terakhir dari Injil Markus (325 AD).

Masih banyak lagi penulis-penulis awal yg pernah mengutip atau menyinggung 12 ayat terakhir dari Injil Markus.

2. Kesaksian dari Terjemahan Alkitab Awal.

Di periode yg sangat awal, Pejanjian Baru pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Syria, Latin, Mesir, dan lain-lain. Terjemahan-terjemahan ini kebanyakan berumur lebih tua dari manuskrip-manuskrip yg kita miliki saat ini, tapi yg lebih penting, terjemahan-terjemahan ini juga memiliki 12 ayat terakhir dari Injil Markus. Beberapa terjemahan misalnya “Peshito Syriac pada abad ke 2, Curetonian Syiriac pada abad ke 3, Philoxenian Syiriac pada abad ke 5, Jerome’s Latin pada abad ke 4” dan lain-lain, mereka semua menerima 12 ayat terakhir dari Injil Markus karena ayat-ayat tersebut ada di dalam manuskrip-manuskirp yg mereka gunakan. Mereka menerima ayat-ayat tersebut dan tidak meragukan keaslian dari 12 ayat ini.

3. Kesaksian dari Manuskrip-manuskrip Yunani.

Sesuatu yg tidak disadari oleh banyak orang yaitu bahwa mayoritas manuskrip-manuskrip Alkitab dalam bahasa Yunani juga mengandung 12 ayat terakhir dari Injil Markus tapi 2 manuskrip yg disebut-sebut sebagai manuskrip tertua tidak memiliki ke 12 ayat ini. Floyd Molen Jones mengatakan bahwa “_Of the approximately 3,119 Greek manuscripts of the NT extant today, none is complete. The segment of text bearing Mark 16 has been lost from many, but over 1,800 contain the section and verses 9-20 are present in all but the 3 cited above. The footnote is thus unveiled and laid bare as dishonest and deliberately misleading in intimating that these verses are not the Word of God. The external evidence is massive. Not only is the Greek manuscript attestation ratio over 600 to 1 in support of the verses (1,800 + to 3 =99.99%) – all but one of the approximately 8,000 extant Latin mss, all but one of the approximately 1,000 Syriac versions as well as all the over 2,000 known Greek Lectionaries contain the verses.”_ Jadi, mayoritas manuskrip Yunani mendukung apa yg saya percayai bahwa 12 ayat terakhir dari Injil Markus adalah Firman Tuhan yg telah Tuhan Inspirasikan kepada Markus.

4. Kesaksian Palsu.

Ketiadaan 12 ayat terakhir Injil Markus di dalam ke 2 manuskrip ini menimbulkan banyak kecurigaan. Misalnya Manuskrip Vatikanus, manuskrip ini terdiri dari beberapa kolom. Tiap-tiap kolom dipenuhi tulisan. Tidak ada bagian yg bolong terkecuali bagian ini (Vatikanus mencatat 8 ayat pertama dari Markus 16 kemudian ada bagian kosong yg cukup luas dan kembali dilanjutkan dengan catatan Lukas pasal 1[untuk lebih jelasnya, saya akan menyertakan beberapa gambar dari Vatikanus bersamaan dengan tulisan ini]). Hilangnya bagian ini menimbulkan sebuah kecurigaan besar. Sepertinya orang yg menyalin Vatikanus tahu bahwa ke 12 ayat tersebut seharusnya ada, tetapi entah mengapa ia menghilangkan ayat-ayat tersebut.

5. Argumen dari Gaya Kepenulisan dan Penggunaan Kata Kerja.

Banyak penulis-penulis modern berkata bahwa gaya kepenulisan dari 12 ayat terakhir tidak sama dengan pasal-pasal sebelumnya dari Injil Markus. Kesimpulan ini perlu untuk dipertimbangkan kembali. Apa yg mereka pikirkan sebagai perbedaan pada hakekatnya adalah tidak. Tidak ada perbedaan gaya kepenulisan antara Markus 1-16:8 dengan Markus 16:9-20. Berikut beberapa perbedaan yg mereka usulkan;

  1. Markus 16:9, frase “pada hari pertama Minggu itu” berasal dari bahasa Yunani prote sabbatou. Mereka berkata bahwa ini adalah bukti kepalsuan 12 ayat terakhir Markus karena di Markus 16:2 Markus menggunakan kalimat mia sabbaton bukan prote sabbatou. Ini adalah argumen yg lemah dan sangat semberono. Jika kita membandingkan dengan Luk 6:1, 2, 5, 6, 7, dan ayat 9, kita akan menemukan berbagai ragam jenis kata sabat yg dipakai oleh Lukas, apakah dengan ditemukannya berbagai ragam kata sabat membuat kita harus membuang Lukas 6 yg bahkan orang Liberal sekalipun tidak mempermasalahkan pasal tersebut? Tentu saja tidak, hal yg sama juga berlaku dengan 12 ayat terakhir dari Injil Markus.
  2. Markus 16:9, frase “dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan” juga dipermasalahkan oleh orang-orang Liberal. Mereka berpendapat bahwa 3 kali nama Maria Magdalena disebut dalam Injil ini tapi tidak pernah ditambahkan sebuah penjelasan atau stetment tambahan terhadap Maria Magdalena seperti yg terdapat pada ayat ini. Menurut Liberal, ini adalah bukti kepalsuan 12 ayat terakhir dari Injil Markus. Argumen ini juga merupakan argumen yg sangat lemah. Coba kita bandingkan dengan Yoh 21:7, Yohanes menyebut dirinya sebagai “murid yg dikasihi Yesus,” tetapi di ayat 20, Yohanes memberikan penjelasan tambahan terhadap dirinya, ia berkata “yaitu murid yg pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus,” tidak ada orang liberal yg menganggap penjelasan tambahan tersebut sebagai bukti kepalsuan Yohane 21, tapi mengapa mereka berkata bahwa adanya penjelasan tambahan terhadap Maria Magdalena merupakan bukti kepalsuan 12 ayat terakhir Injil Markus? Sungguh tidak konsisten.
  3. Markus 16:10, 12, dan 15, kata poreuesthai muncul 3 kali yg diterjemahkan menjadi “went, went, go” oleh KJV dan diterjemahkan oleh LAI menjadi “pergi, perjalanan, dan pergilah), tapi kata ini tidak ditemukan di tempat lain dalam Injil Markus. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa ini adalah bukti kepalsuan dari 12 ayat terakhir Injil Markus. Tapi Markus menggunakan bentuk gabungan dari kata kerja ini sebanyak 24 kali (cth, Mrk 1:5, Markus menggunakan kata “exeporeueto” yg berasal dari gabungan kata “ek” dan “poreuomai” [ini adalah bentuk dasar dari kata “poreuesthai”]), jumlah yg sangat banyak jika dibandingkan dengan Injil Matius, Lukas, dan Yohanes jika digabungkan bersama-sama. Hal ini justru membuktikan keaslian 12 ayat terakhir Injil Markus.
  4. Markus 16:15 frase “segala makhluk,” frase ini dianggap sebagai kutipan dari Paulus (Rom 8:22), karena frase ini dianggap sebagai ciri khas Paulus, tapi menarik bahwa frase ini hanya muncul 1 kali dalam tulisan Paulus, mengapa Markus tidak bisa memiliki frase ini walaupun hanya 1 kali? Kata “makhluk” (creature) muncul di dalam Markus 10:6 dan 13:19 dan tidak pernah muncul di dalam Injil-Injil lain. Ini adalah bukti keaslian 12 ayat terakhir Injil Markus.

Masih banyak lagi keberatan-keberatan dari orang-orang Liberal yg dapat didaftarkan dan dibuktikan kepalsuan dari keberatan-keberatan tersebut. Tapi saya yakin bahwa 4 contoh di atas adalah sangat cukup untuk meyakinkan kita bahwa 12 ayat terakhir dari Injil Markus adalah asli. Tetapi saya masih merasa perlu untuk memberikan beberapa kemiripan dari 12 ayat terakhir Injil Markus dengan keseluruhan Injil Markus untuk menutup pembelajaran kita, berikut beberapa kemiripan tersebut;

  1. Kata “menampakkan” berasal dari kata “phanerousthai” muncul di dalam Markus 4:22, 16:12, 14.
  2. Markus 16:19 kata “pagi-pagi” (KJV menerjemahkan menjadi “early”) berasal dari kata proi, Markus menggunakan kata Yunani ini 6 kali.
  3. Adanya kesamaan penekanan antara Markus 16:9-20 dengan Markus 1:9-20, sama-sama menunjukkan bahwa Tuhan kita dinyatakan kepada dunia, sama-sama menunjukkan kemenangan atas setan, sama-sama menekankan pemberitaan Injil, dll. Ini mengindikasikan bahwa Roh Kudus adalah pribadi yg telah menginspirasikan kepenulisan Markus 1 dan 12 ayat terakhir dari Injil Markus.

Jadi bagaimana, apakah masih ada keraguan di hati para pembaca terhadap 12 ayat terakhir dari Injil Markus? Saya harap keraguan tersebut telah sirna lewat penjelasan singkat yg telah saya paparkan. Jadi mana yg palsu, 12 ayat terakhir Injil Markus atau komentar-komentar dari para liberal beserta komentar-komentar dari terjemahan modern? Sekiranya Tuhan yg menuntun kita kepada kebenaran yg sejati, Maranata!

Ev. Tommy Samusi
Hp/Wa: 0822-5413-4300

KITA CARI PERSAMAAN JANGAN PERBEDAAN

Judul ini terdengar sangat bijak dan penuh hikmat. Ketika muncul polemik dan hal-hal kontroversial, banyak orang menasihati agar menghindari konflik dan cari titik temu saja. Dan orang yang tidak bersedia mengalah biasanya dipandang tidak punya etiket baik.

Tetapi bagaimana jika itu diucapkan oleh para Ahli Taurat kepada Yesus dari Galilea yang banyak bikin pusing mereka? Yohanes Pembaptis kok usil, sudahlah biarkan Herodes mau kawin siapa saja, kenapa sih perlu urus dia? Rasul Paulus masuk ke Sinagoge hanya cari ribut, lihatlah sampai-sampai ia dirajam dengan batu.

Tetapi persoalan sesungguhnya ialah KEBENARAN itu absolut atau relatif? Kalau kebenaran rohani itu relatif, tidak ada yang absolut benar, maka orang yang mempertentangkan hal-hal relatif adalah kurang kerjaan dan suka cari ribut saja. Jika orang yang menyembah tikus, sapi, manusia, patung yang kurus atau gendut, TETAP AKAN MASUK SORGA jika mereka berbuat baik, maka pergi memberitakan Injil kepada mereka sampai mati kena malaria dll., adalah pekerjaan bodoh.

Sama-sama Percaya Yesus

Ada yang berkata, OK. Ok. Kalau perbandingannya demikian, itu sih iya. Karena mereka penyembah berhala bukan kepada Tuhan yang benar, maka itu kita menginjili mereka. Tetapi, di dalam Kristen sendiri mengapa perlu berbicara tentang perbedaan bahkan topik kontroversial sampai-sampai muncul suasana yang tidak enak?

Sesungguhnya pertentangan Rasul Paulus dengan orang-orang Yahudi itu hal kecil, yaitu Yesus yang disalibkan beberapa waktu lalu, itu Mesias atau penjahat? Paulus berusaha membuktikan dengan argumentasi melalui kitab PL bahwa Dia Mesias tetapi orang Yahudi marah tanpa mampu berargumentasi dan kemudian memakai kekerasan bahkan merajam dia.

Persoalan sesungguhnya ialah iblis ikut campur tangan dan dia tidak kasat mata. Ketika seseorang bisa melihat dengan mata rohani di balik orang Yahudi yang sangat rajin belajar Taurat (PL) itu ada iblis, maka orang demikian sudah dekat dengan kebenaran. Kalau iblis bisa merasuki Ahli Taurat, yang ahli lho, apalagi yang tidak ahli, yaitu yang cuma nama saja orang Kristen dan yang baca Alkitab di saat senang saja?

Rasul Paulus menyatakan bahwa di Korintus ada aktivitas roh lain, dan ada pemberitaan Injil lain, serta ada Yesus lain. (2Kor11:3-4). Dan di Galatia juga dikatakan ada beredar Injil lain (Gal. 1:6).  Dan apakah Rasul Paulus berkata bahwa mereka baik-baik saja, dan jangan berbicara tentang perbedaan melainkan cari titik temu? Tidak! Ternyata dia marah sekali justru karena mereka okey-okey saja tidak mengusir pengajar Yesus lain, Injil lain dan aktivitas roh lain itu. Coba baca.

2Co 11:3-4  3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. 4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Setelah ribuan tahun, Injil yang lain sudah banyak sekali, Yesus yang lain juga tak terhitung, apalagi aktivitas roh lain yang lebih susah dideteksi telah sangat banyak. Maka, orang Kristen yang mengasihi Tuhan, yang pasti mengasihi kebenaran, akan sangat hati-hati, akan beriman secara sangat kritis. Sama seperti kita sekarang tidak bisa lihat virus Corona, dan dia bisa mematikan, maka itu kita pakai masker, cuci tangan dll.

Ada kelompok Kristen yang marah ketika saya membuat pernyataan bahwa sesungguhnya hanya ada dua kategori kesesatan dalam kekristenan, yaitu;
[1] KELUAR DARI ALKITAB,
[2] SALAH MENAFSIRKAN ALKITAB.

Semua denominasi yang berdiri karena pemimpinnya didatangi malaikat, ketemu Yesus, dibawa ke Sorga atau Neraka, dapat mimpi, dengar suara dll., sejenisnya, dan yang menjadikan tradisi serta dekrit pemimpinnya setara Alkitab, SUDAH PASTI SESAT. Itu kesesatan kategori pertama. Kemudian kesesatan kategori kedua, memang lebih sulit mengidentifikasi kesesatannya karena dia berslogan SOLA SCRIPTURA, hanya pakai Alkitab. Tetapi, selain Alkitab Tuhan memberikan kita akal sehat. Dan Tuhan mau dengan akal sehat yang diberikanNya kita menelaah Alkitab. Kalau ada beda pendapat, maka cari tahu yang manakah yang benar? Kalau sama ya sudah, tidak ada masalah.

Cinta Tuhan = Cinta kebenaran

Saya sering mendapat pertanyaan, pak Suhento, apakah ada orang yang di gereja sesat yang masuk Sorga? Biasanya mereka sebut sebuah nama gereja. Saya sering kali menjawab, ketika seseorang mendengar Injil yang sederhana dan dia percaya dengan tulus dia bisa diselamatkan. Dan orang yang demikian ketika ia mendengar kebenaran yang lebih lanjut dia akan bersukacita bahkan jika di dalam hatinya ada Roh Kebenaran dia akan mengejar kebenaran.

Tetapi sebaliknya, seseorang bahkan yang telah menjadi pengkhotbah, namun belum ada Roh Kebenaran di dalam hatinya, ketika disampaikan kebenaran kepadanya, biasanya dia melawan. Terlihat sekali usahanya yang mencari pembenaran bukan mencari kebenaran.

Ada banyak sekali contoh; Felix Mann, murid Zwingli, ketika belajar bahasa Yunani dengan Zwingli, menyadari bahwa BAPTIZO, itu artinya masuk ke dalam air, dan harus dilakukan atas dasar iman, dia rela dihukum ditenggelamkan di sungai Limnat atas imannya yang diyakininya benar. Michael Sattler seorang imam Katolik yang menyadari kesalahan Katolik dan menjadi ANABAPTIS, rela dibakar hidup-hidup. Adoniram Judson, dalam perjalanan dari Boston ke Myanmar, selama lebih seratus hari sambil belajar Alkitab di kapal, akhirnya menyadari kesalahan gerejanya, dan saat tiba di India ia meminta dibaptis. Ohh ada baaaaanyak sekali contoh orang yang cinta kebenaran lebih dari nyawa mereka.

Bisa jadi ada orang yang gembar-gembor berkata bahwa ia cinta Tuhan, tetapi jika tidak cinta kebenaran, tak mungkin benar bahwa dia cinta Tuhan. Dan orang yang cinta kebenaran tidak mungkin tetap percaya yang salah dan melakukan yang salah ketika dia mengetahui ada yang lebih benar.

Dulu saya yakin bahwa Yesus lahir 25 Desember sekalipun ada banyak pertanyaan mengganggu saya. Akhirnya, melalui penyelidikan yang seksama bahwa pada saat itu ada Gembala di padang, dan Kaisar perintahkan sensus yang semua warga harus kembali ke kota kelahiran mereka, semua itu mustahil dilakukan di bulan Desember. Dan, malaikat datang ke Maria kasih tahu akan hamil di bulan ke enam Yahudi (Elul/September), berarti Yesus lahir di bulan Juni.

Bagaimana mungkin seseorang berkata bahwa dia cinta Tuhan dan cinta kebenaran, jika dia tidak mencari kebenaran, terlebih ketika disampaikan kepadanya kebenaran, tidak disambutnya dengan penuh sukacita?

Kita cari kebenaran atau kita cari persamaan dan titik temu?

1Co 16:22 ITB Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!

Penulis : Dr. Suhento Liauw
www.graphe-ministry.org

BICARA DOKTRIN atau KEHIDUPAN?

Banyak orang gagal paham perbedaan antara:
1- Kehidupan sehari-hari, kesucian
2- Masalah dogma Gereja yang sudah dipatenkan misalnya baptis harus percik dll
3- Masalah doktrin Alkitabiah.

Masalah kesucian, kesalehan, ini tidak bisa diukur oleh kita manusia yang tidak dapat melihat hati. Seorang ibu tua yang duduk di rumah, namun berdoa terus untuk hamba-hamba Tuhan yang berkhotbah, menabung sedikit-sedikit dan disumbangkan dari kekurangannya, di mata Tuhan mungkin jauh lebih saleh dan suci daripada yang berkhotbah di kebaktian ribuan orang. Masalah kesucian, kesalehan itu nanti ketika kita berdiri di hadapan Tuhan.

Masalah dogma gereja, ini adalah kesimpulan pemimpin-pemimpin gereja, biasanya dalam persidangan konsili atau sinode dll. Pada tahun 1643 para pemimpin Gereja-gereja Presbyterian bersidang di Westminter, sidangnya 3 tahun. Pada tanggal 7 Agustus 1644 mereka tiba pada poin pembaptisan. Setelah debat tak berkeputusan akhirnya mereka voting, dan hasilnya 24 orang mau dengan cara selam dan 25 orang mau dengan cara percik. Jadi, yang dihasilkan adalah dogma gereja presbyterian.

Doktrin Alkitabiah itu apa? Yaitu pengajaran yang sesuai dengan Alkitab. Artinya pengajaran yang disimpulkan dari seluruh ayat Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Doktrin biasanya di sekolah theologia itu pelajaran SISTEMATIKA THEOLOGI (systematical theology). Pengajaran Alkitab yang masih didiskusikan, didebatkan, dan kemudian oleh gereja tertentu karena dinilai benar maka dijadikan dogma gerejanya.

Biasanya ada orang yang marah-marah karena dituding bahwa pengajaran gerejanya salah, lalu menuding balik dan berkata, emangnya kamu sudah suci? Ini gagal paham. Kesucian dan pengajaran adalah dua hal yang berbeda.

Kami sama sekali tidak berani menilai kesucian orang, dan tidak berani mengomentari kesalehan orang. Itu nanti urusan Tuhan.

Hal yang kami ingin luruskan adalah pengajaran atau doktrin, karena jika dogma sebuah gereja salah, terlebih jika mengenai keselamatan, itu bisa menyesatkan dan bisa mengirim orang ke neraka.

Mudah-mudahan bisa menolonng pembaca sekalian untuk memahami sebuah kebenaran.

Penulis: Dr. Suhento Liauw
Www.graphe-ministry.org

BAPTISAN ROH KUDUS dan DIPENUHI ROH KUDUS

Persoalan utama sehubungan dengan bahasa lidah ialah pemahaman tentang baptisan Roh Kudus.

Dalam Alkitab tercatat hanya empat kali terjadi baptisan Roh Kudus.

  1. Di Yerusalem (Kis. 2)
  2. Samaria (Kis. 8)
  3. Yudea (Kis 10)
  4. Efesus, luar Yahudi (Kis 19)

Sesudah itu tidak tercatat ada peristiwa itu lagi. Kelihatannya itu adalah peresmian tahapan pemberitaan Injil sesuai Kis 1:8, mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan Ujung Bumi.

Di Yerusalem hanya terjadi satu kali, selanjutnya setiap orang Yerusalem yang bertobat dan menerima Yesus, otomatis detik itu juga menerima Roh Kudus. Itulah pembaptisan Roh Kudus, yaitu masuknya Roh Kudus ke dalam hati orang yang percaya.

Selanjutnya, Paulus menjelaskan bhw PADA SAAT SESEORANG PERCAYA YESUS, saat itulah Roh Kudus masuk ke dalam hati orang itu.

Ef. 1:13  “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.”

Orang percaya zaman Tuhan hadir di bumi (para Rasul), mengalami dua tahapan; pertama mereka percaya kepada Yesus, dan mereka belum terima Roh Kudus karena Roh Kudus belum dicurahkan. Dan kedua, pada saat pencurahan Roh Kudus mereka kemudian menerima Roh Kudus.

Setelah Roh Kudus dicurahkan, sekarang orang yang percaya Tuhan Yesus sudah sekaligus menerima Roh Kudus pada saat menerima Yesus.

Kesalahan kelompok tertentu ialah menafsirkan bhw seseorang yang sudah percaya dan menerima Yesus masih belum menerima Roh Kudus dan memerlukan baptisan Roh Kudus, dan mereka memisahkan penerimaan Yesus dari penerimaan Roh Kudus. Padahal Efesus 1:13 jelas2 menyatakan bhw pada saat seseorang percaya Yesus, SAAT ITU JUGA orang tersebut dimeteraikan Roh Kudus.

Sikap mereka yang menuntut baptisan Roh Kudus dengan tanda bahasa lidah, tercatat dalam sejarah dimulai oleh Richard Spurling th 1886, dan kemudian diteruskan oleh Charles Parham th  1898, dan tahun 1906 William Seymour memaksa pengikutnya harus berbahasa lidah untuk membuktikan bahwa mereka sudah menerima Roh Kudus, walaupun awalnya dia sendiri juga tidak bisa berbahasa lidah. Tetapi setelah mereka bernyanyi, berdoa, berteriak berhari-hari akhirnya salah satu pengikutnya berbahasa yang tidak dimengerti. Tentu tidak ada cara untuk memeriksa sumbernya, dan bisa saja itu karena psikologi atau dari iblis. Dan kemudian mereka bertambah semangat, bahkan bernyanyi melompat-lompat sehingga rumah tempat mereka berkumpul roboh lantainya. Setelah itu mereka pindah ke Azusa Street, dan dari situlah gerakan yang mengajarkan bahwa baptisan Roh Kudus harus disertai berbahasa lidah, berkembang ke seluruh dunia.

Sesungguhnya istilah Bahasa Roh itu salah terjemahan, karena di bahasa aslinya sama sekali tidak ada kata roh atau pneuma. Oleh sebab itu dalam bahasa Inggris diterjemahkan speaking in tongue atau bahasa lidah.

Tahun 2000an LAI menerbitkan Alkitab yang seluruh kata Bahasa Roh diganti Bahasa Lidah. Dan sekarang saya cari, ternyata tidak terbit lagi. Informasi yang saya peroleh (mudah-mudahan salah), beberapa denominasi protes. Tentu mereka adalah orang yang tidak mencari kebenaran melainkan PEMBENARAN.

Hati-hati, kalau tidak mencintai kebenaran, Tuhan akan mendatangkan kesesatan.

9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, 10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. 11 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, 12 supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan (2Tes.2:9-12).

DIPENUHI ROH KUDUS?

Ef 5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Stephanus dikatakan penuh Roh Kudus, dan Barnabas dikatakan penuh Roh Kudus dan juga Paulus dikatakan penuh Roh Kudus. Sesungguhnya apakah yang dimaksud dengan penuh Roh Kudus?

Seseorang tidak perlu membayangkan bahwa itu seperti sebuah cangkir yang dituangkan air hingga penuh ke dalam hidup seseorang hingga meluber keluar dari hidungnya. Rasul Paulus membandingkan PENUH ROH KUDUS dengan MABOK ANGGUR. Seseorang mabok anggur bukan karena air anggur PENUH memenuhi PERUTNYA, karena dengan anggur yang tingkat alkoholnya tinggi, cukup setengah gelas seseorang bisa mabok.
 
Tetapi sama seperti keadaan seseorang yang mabok anggur, yaitu kehilangan kendali atas dirinya karena dipengaruhi alkohol, maka maksud Rasul Paulus ialah seharusnya seseorang dikendalikan oleh Roh Kudus bukan oleh alkohol. Dengan kata lain istilah PENUH ROH KUDUS, itu artinya DIKUASAI PENUH oleh Roh Kudus.

Bagaimanakah agar seseorang dikuasai PENUH Roh Kudus? Tidak ada cara selain MENAATI ROH KUDUS. Bagaimanakah cara menaati Roh Kudus? Tidak ada cara lain selain menaati ALKITAB, karena Alkitab adalah HASIL KARYA Roh Kudus, dan Alkitab adalah SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN. Siapapun yang mau taat Roh Kudus dengan cara menaati suara bisikan, mimpi, dan hal-hal lain, EXTRA BIBLICAL AUTHORITY, pasti akan dikuasai penuh oleh roh lain. Karena sejak zaman Rasul Paulus sudah ada roh lain yang gentayangan aktif mencari tempat di hati orang Kristen bodoh seperti yang terjadi di Korintus (Kor. 11:4).

Penulis : Dr. Liauw,
Maranatha!

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai